Samsung Galaxy A6 Plus, Mengejutkan di Kamera Depan

Samsung Galaxy A6 Plus, Mengejutkan di Kamera Depan

Tivan Rahmat | 10 Oct 2018

JAKARTA, GANLOB.COM – Seri A milik Samsung sering dijadikan sebagai pilihan bagi penggemar smartphone di segmen menengah. Hal ini juga terjadi pada Samsung Galaxy A6 Plus edisi 2018 yang diincar kalangan milenial Tanah Air.

Lantas, ‘magis’ apa yang berada dibalik smartphone terbaru itu sehingga berhasil menarik minat beli kalangan milenial? Ulasan Samsung Galaxy A6 Plus berikut ini mungkin bisa menjadi penyebabnya.

Desain dan Layar
Seperti kebanyakan smartphone mewah Samsung lainnya, Galaxy A6 Plus juga mengusung desain Infinity Display alias bezeless ala dengan aspek rasio 18,5:9 yang secara otomatis menghilangkan tombol fisik Home, back, dan recent apps. Desain seperti ini mengingatkan saya kepada Samsung Galaxy A8 Plus yang meluncur terlebih dahulu pada awal 2018.

Karena berada di bawah kelas S dan Note, Galaxy A6 Plus tidak mendukung layar edge alias melengkung khas Samsung. Meski begitu, material layarnya cukup kuat seiring hadirnya Super AMOLED dengan resolusi layar 1.080 x 2.220 piksel.

Beralih ke bodi belakang, Samsung Galaxy A6 Plus dibalut dengan bahan metal yang tak hanya membuat smartphone telrihat elegan, namun juga terasa solid saat digenggam. Untuk bagian muka, smartphone 6 inci ini dibekali sebuah earpiece yang diapit kamera selfie 24MP + LED flash.

Seperti biasa, sisi kanan smartphone dipakai untuk tombol power, bersebelahan dengan speaker berteknologi Dolby Atmos. Sedangkan sisi kirinya terdapat tombol volume dan slot kartu SIM+MicroSD. Adapun sisi atas diisi oleh dua antena dan pada bagian bawah terdapat jack audio 3,5mm beserta port USB micro untuk kebutuhan pengisian daya dan transfer data.

Performa
Melintas di sistem operasi Android Oreo 8.0, tampilan antaruka Samsung Galaxy A6 Plus serupa dengan Galaxy A8 Plus, yaitu Samsung TouchWiz Home. Prosesor Qualcomm Snapdragon 450 yang dikombinasikan dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB pun menjadi ‘otak’ yang menggerakkan smartphone. Dengan banderol Rp. 4,8 juta, nilai tersebut terlampau mahal jika hanya menggunakan chipset seri tersebut.

Sementara di atas kertas, nilai benchmark Samsung Galaxy A6 Plus tak mencapai jumlah 70.000. Angka yang tergolong kecil jika melihat nominal yang dikeluarkan untuk membawa pulang smartphone asal Korea ini.

Saat dipakai memainkan game Mobile Legends, perangkat pas dengan genggaman tangan dan tidak terasa panas sekali. Namun soal grafis, termasuk kurang.

Beruntung, Samsung Galaxy A6 Plus memiliki baterai berkapasitas 3.500mAh yang cukup memfasilitasi mobilitas saya seharian. Hanya saja, perangkat in belum dilengkapi teknologi pengisian daya cepat sehingga baterai baru akan penuh setelah diisi selama 2 jam. Oh iya, perangkat ini juga sudah dipasangi asisten digital Bixby Vision dan Bixby Home.

 

Kamera
Samsung membekali Galaxy A6 Plus dengan kamera kembar pada bagian belakang. Kamera utama dengan resolusi 16 MP dengan f/1.7 dan kamera sekunder 5MP berdiafragma f/1.9. Kombinasi kedua kamera ganda ini menghasilkan efek bokeh yang lumayan halus dan obyek dengan lebih detil.

Namun, hasil bagus tersebut hanya berlaku saat dipakai di area dengan pencahayaan yang cukup. Saat dipakai untuk memotret di dalam ruangan, seperti koridor di bioskop, hasilnya minor.

Hasil yang terlihat luar biasa justru didapat dari kamera depan Samsung Galaxy A Plus yang memuaskan. Dibekali lensa 24MP dengan bukaan f/1.9, swafoto yang dihasilkan tidak berlebihan layaknya merek smartphone dengan tagline Perfect Selfie atau Selfie Expert. Intinya, terlihat lebih natural.

Untuk hasil foto-foto yang diambil dari Samsung Galaxy A6 Plus, Ganlobers bisa melihatnya di bawah ini.

 

 

Kesimpulan
Setelah menjadi pengguna Samsung Galaxy A6 Plus sekitar 3 bulan, terdapat beberapa poin yang perlu digarisbawahi, yaitu:

  1. Desain elegan dan pas dalam genggaman. Bahan metal membuat perangkat menjadi lebih solid dan tidak licin saat digenggam. Bodi juga tidak gampang kotor seperti merek smartphone tetangga yang menjadikan gradasi warna sebagai gimmick untuk menarik minat beli konsumen.
  2. Baterai cukup awet dengan tingkat panas yang tidak terlalu tinggi. Untuk pemakaian harian biasa (Telepon, media sosial, browsing, dan bermain game kurang dari 1 jam), baterai tidak perlu diisi ulang.
  3. Kualitas audio mumpuni seiring dengan hadirnya speaker dari Dolby Atmos.
  4. Untuk kamera, performa kamera depan Samsung Galaxy A6 Plus lebih memuaskan ketimbang kamera belakang.
  5. Dengan harga Rp. 4,8 juta, saya merasa rugi jika harus membeli perangkat yang ‘hanya’ menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 450. Dengan harga yang sama, merek lain menawarkan chipset yang lebih superior.

 


KOMENTAR
BERITA LAINNYA