Lenteng Agung Auto Sports: yang Penting Persaudaraan!

Lenteng Agung Auto Sports: yang Penting Persaudaraan!

Tivan Rahmat | 02 Oct 2018

JAKARTA, GANLOB.COM – Tak bisa dipungkiri lagi, sebuah komunitas menjadi keluarga baru bagi para anggotanya. Saking eratnya, ikatan persaudaraan antar anggota-lah yang menjadi barometer umur sebuah komunitas.

Rupanya, hal ini juga dialami oleh Lenteng Agung Auto Sports. Berdiri sejak 1997, komunitas pencinta roda empat ini masih solid dan bertahan hingga sekarang. Lantas, apa ‘rahasia’ panjangnya umur komunitas tersebut?

“Kita memiliki visi persaudaraan abadi. Misinya, bagaimana caranya agar LAAS bisa berguna bagi masyarakat dan berkontribusi dalam kegiatan otomotif di Indonesia. Mungkin itu yang bisa membuat kita bertahan,” ujar Ariawan, Ketua Umum LAAS, dalam acara perayaan ulang tahun LAAS yang ke-21 di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ketum LAAS periode baru itu juga memaparkan cikal bakal terbentuknya komunitas otomotif ini. “Sebenarnya awalnya karena anggota LAAS terdahulu berdomisili di sekitar Lenteng Agung. Nah, mereka sering ngumpul di Senayan. Kebetulan mereka pencinta otomotif juga. Nah, dari situ terbentuk LAAS.”

Untuk rekrutmen anggota, LAAS membuka diri dengan membangun sekretariat di Jl. Lenteng Agung no. 8, Jakarta Selatan. Menariknya, LAAS tidak membatasi para anggotanya untuk memilih atau memiliki satu merek mobil tertentu.

“Anggota aktif ada 50 orang. Kalau udah enggak aktif, lebih banyak. Perbedaan atau keunikannya, tidak terpaku pada satu merek jenis mobil. Mau punya mobil atau enggak, ngumpul aja. Yang terpenting saling memupuk solidaritas dan persaudaraan,” sambung Ariawan.

Beranjak ke aktivitas komunitas, LAAS memiliki beberapa agenda rutin yang sudah dilangsungkan dari tahun-tahun sebelumnya, seperti mengikuti drag race, drift, atau berpartisipasi di ajang otomotif lainnya. Sedangkan untuk charity, LAAS sudah melaksanakan bakti sosial dan khitan massal.

“Sebenarnya kita sebisa mungkin memberi kesan bahwa kita itu enggak negatif. Dengan adanya bakti sosial dan khitan massal, kita berharap bisa menepis hal itu,” tutup Ariawan.


KOMENTAR
BERITA LAINNYA