Film The Predator, Tontonan Sadis nan Penuh Keganjilan

Film The Predator, Tontonan Sadis nan Penuh Keganjilan

Tivan Rahmat | 12 Sep 2018

JAKARTA, GANLOB.COM – Bioskop Tanah Air menayangkan film terbarunya dari ranah Hollywood. Kali ini, The Predator kembali meneror bumi.

Seperti kebanyakan film bertema alien lainnya, film produksi 20th Century Fox ini secara garis besar menggambarkan perjuangan umat manusia untuk melawan alien dari luar angkasa. Hanya saja, sutradara Shane Black mengemasnya dengan cara yang lebih ekstrem.

Berbeda dengan film The Predator terdahulu, jalannya alur cerita didominasi oleh adegan berdarah-darah yang tersaji dari pertempuran antara Kapten Quinn McKenna (Boyd Holbrook) dan sang Predator. Jadi jangan heran bila kalian melihat kepala lepas dari badannya, isi perut yang terurai, atau anggota badan yang terpotong-potong.

‘Bumbu-bumbu’ cerita lainnya juga terlahir dari kompleksitas agen pemerintah yang dipimpin oleh Treager (Sterling K.Brown), ahli biologi Dr Casey Bracket (Olivia Munn), dan seorang autis bernama Rory McKenna (Jacob Tremblay) yang membawa pandangan berbeda terhadap sosok alien. Sementara rekan setim Kapten McQuinn yang merupakan pasien rumah sakit jiwa militer, sedikit memberikan bumbu komedi dalam film ini.

Sepintas, film berdurasi sekitar 107 menit ini hanya menyajikan aksi brutal dari pertempuran alien vs manusia. Tapi bila diperhatikan dengan seksama, terlalu banyak keganjilan yang terlalu bodoh, sehingga menurunkan nilai saya terhadap film The Predator.

Mulai dari penambahan karakter yang sebenarnya tidak diperlukan, adegan yang di luar pemikiran logika, hingga kasarnya efek visual (CGI) yang tersaji dalam film ini. Jika dibandingkan dengan film Sci-Fi racikan Steven Spielberg atau James Cameroon, The Predator mungkin berada 2-3 langkah dibelakangnya.

Meski terbilang minor dalam pandangan saya, namun bila Ganlobers termasuk penggemar berat film bertema alien, silakan nikmati ketegangan nan sadis di film The Predator terbaru.


KOMENTAR
BERITA LAINNYA