Ini Bocoran Line Up Synchronize Fest 2018

Ini Bocoran Line Up Synchronize Fest 2018

Tivan Rahmat | 29 Mar 2018

JAKARTA, GANLOB.COM – Usai menuai kesuksesan di dua tahun sebelumnya, gelaran Synchronize Fest 2018 kembali dihelat pada 5-7 Oktober di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lima panggung (Dynamic Stage, Forest Stage, Lake Stage, District Stage dan Gigs Stage) telah disiapkan untuk menampilkan ratusan pertunjukan yang terkurasi dengan baik di Synchronize Fest 2018.

Kabar baiknya, line up Synchronize Fest 2018 fase pertama sudah diumumkan. Sebanyak 27 musisi yang akan ambil bagian dalam festival musik terbesar di Indonesia itu akan menampilkan Rhoma Irama & Soneta, Godbless, Kunto Aji, Iwa K, Ras Muhamad, The Coconuttreez, Ramengvrl, Burgerkill, Straight Answer, Sheila on 7, Diskoria, Diskopantera, Oom Leo Berkaraoke, Sore, Fourtwnty, Danilla, Naif, Jason Ranti, Nasida Ria, Padi Reborn, SRXBS (Stars and Rabbit X Bottle Smoker), Reality Club, Jiung, Tohpati Ethnomission, White Shoes and the Couple Company, Project Pop, hingga Dipha Barus.

Line up Synchronize Fest 2018

“Synchronize Festival 2018 diharapkan menjadi Kawah Candradimuka bagi musik Indonesia & menjadi ruang interaksi bagi semua pelaku & penikmat musik Indonesia ,” ujar David Karto selaku penggagas sekaligus Festival Director Synchronize Fest.

Sementara menurut Muhammad Riza, Technical Festival Director Synchronize Fest dari Dyandra Promosindo mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan berbagai kejutan untuk perhelatan musik tersebut.

“Synchronize Fest 2018 akan menampilkan musik multi genre yang akan tampil kembali di 5 panggung yaitu Dynamic Stage, Forest Stage, Lake Stage, District Stage dan Gigs Stage yang akan menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda karena masing-masing stage akan menciptakan ambience yang berbeda. Sementara itu berbagai fasilitas seperti stage for disabled audience (difable area) akan tetap ada untuk memudahkan akses kaum difabel agar tetap dapat menikmati festival ini.”

Secara terpisah, Jimi Multhazam yang merupakan vokalis The Upstairs dan Morfem kembali dipercaya sebagai Art Director untuk menangani estetika citra visual dari pergelaran ini seperti yang telah sukses dilakukannya bersama tim pada tahun lalu.

Ada cukup banyak perbedaan bakal terjadi dalam penyelenggaraan Synchronize Fest 2018. Guna menggoda minat para penggemar musik dari luar Jabodetabek untuk datang berkunjung, pihak komite rencananya akan menggelar Roadshow Synchronize Festival 2018 di beberapa lokasi yang terletak di Bandung, Yogyakarta, Surabaya hingga Jakarta. Roadshow ini selain menampilkan seminar, lokakarya musik di berbagai kampus yang ada di 4 kota tersebut, juga bakal diramaikan dengan showcase musik di berbagai tempat hiburan di Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Nantikan informasi selanjutnya tentang Roadshow Synchronize Festival 2018 di berbagai akun media sosial Synchronize Fest.

Untuk gelaran tahun ini telah dipublikasikan pula sebuah kanal media online baru bertajuk Synchronize Post (post.synchronizefestival.com) yang akan mengulas tuntas seluruh artis serta band-band yang tampil di Synchronize Fest 2018 dalam format berita, feature/tulisan khas, resensi, hingga wawancara.

Harga Tiket Synchronize Fest 2018 1

Tujuannya tentu untuk meningkatkan level apresiasi sekaligus memperkenalkan para penonton dengan sepak terjang para artis/band yang tampil serta karya-karya orisinal ciptaan mereka. Tim redaksi yang menjaga konten kanal ini adalah para penulis/kontributor musik yang berpengalaman selama bertahuntahun di berbagai media musik terkemuka. Di antaranya adalah Wendi Putranto (eks-Rolling Stone Indonesia) dan Rio Tantomo (eks-Trax Magazine).

Pada tahun ketiganya festival ini tetap konsisten hanya menampilkan serta mendukung penuh pergerakan musik anak bangsa yang berkualitas, terlepas dari apapun genre musiknya.

Pada akhirnya, Synchronize Fest memang berambisi untuk menjadi sebuah rumah musik hidup mandiri yang beragam, nyaman, aman, menyenangkan, penuh kegembiraan bagi semua orang, seluruh keluarga, tanpa mempedulikan latar belakang ekonomi, pilihan politik, suku bangsa, agama dan ras. Keberlangsungan festival seperti yang kita idam-idamkan di atas akan sepenuhnya berada di tangan para penonton semua sebagai pemegang saham terbesar melalui penjualan tiket dan bukan bergantung di tangan komite, sponsor atau pun pemerintah.


KOMENTAR
BERITA LAINNYA