Atlet Indonesia Berjaya di Kejuaraan Dunia Kettlebell 2017

Atlet Indonesia Berjaya di Kejuaraan Dunia Kettlebell 2017

Dian | 30 Nov 2017

GANLOB.COM – Salah satu atlet muda Indonesia, Santavana Pranadharma berhasil memenangkan medali pada perhelatan 2017 Kettlebell World Championship yang di selenggarakan di Seoul, Korea Selatan pada 15 – 19 November 2017 lalu dan diikuti oleh 457 orang atlet dari 37 negara. Dia menjadi orang Asia pertama yang bertanding di kelas professional dan orang Asia pertama  yang memenangkan medali.

Olahraga Kettlebell adalah olahraga “weightlifting endurance” atau daya tahan dengan menggunakan beban yang di sebut Kettlebell, dimana total repetisi angkatan selama 10 menit adalah yang di pertandingkan, olahraga ini juga termasuk dalam salah satu olah raga terberat di dunia.

Kejuaraan Dunia Kettlebell 2017

Santavana merupakan siswa kelas 12 dari SMAK 2 BPK Penabur Bandung. Dalam kejuaraan ini, dia berhasil memenangkan medali perunggu, menjadi atlit termuda di kelas berat badan sampai dengan 58 kg. Ini adalah kali kedua Santavana mengikuti ajang ini, setelah bertanding di kelas Amatir pada tahun 2015 di Dublin, Ireland.

Santavana telah berlatih olahraga ini sejak berumur 10 tahun, telah menjadi juara Asia sejak berumur 12 tahun (juara di kelas dewasa) dan mengikuti Kejuaraan dunia sebanyak 2 kali sebelum pada akhirnya berhasil mengantongi medali. Santavana juga merupakan orang Indonesia pertama yang menggantungkan bendera Indonesia pada Kejuaraan Dunia Kettlebell di Dublin Ireland pada tahun 2015 dan pada Final kejuaraan antar Klub di St. Petersburg Russia pada tahun 2014.

Santavana dilatih oleh Ksenia Dedukhina (Russia) yang merupakan pemegang rekor angkatan Snatch wanita, Juara Dunia selama 7 kali berturut-turut, Sergei Merkulin (Russia) yang merupakan legenda di dunia Kettlebell, beliau adalah juara dunia 16 kali dan tidak pernah terkalahkan sampai memutuskan untuk pensiun dan Khrisnamurti Dwipayana yang merupakan ayah juga sebagai Team Leader dari Tim Indonesia.

Kejuaraan Dunia Kettlebell 2017

“Ini adalah saat paling membanggakan dalam hidup saya, setelah melalui telapak tangan yang berdarah-darah, memar, cedera, membagi waktu antara sekolah dan berlatih yang sangat sulit dan segala rintangan lainnya, akhirnya saya bisa membuktikan bahwa mencintai sebuah negara itu adalah dengan perjuangan bukan dengan berkelahi, semoga tahun mendatang saya bisa meraih medali perak (one step at a time).


KOMENTAR
BERITA LAINNYA