Kenali Penyakit Thalassaemia @The Week

Kenali Penyakit Thalassaemia

Tivan Rahmat | 13 Nov 2017

JAKARTA, GANLOB.COM – Thalassaemia. Mungkin bagi sebagian Ganlobers, kata tersebut masih terdengar asing di telinga. Padahal, penyakit keturunan tersebut merupakan momok yang besar bagi para penderitanya.

Sekadar informasi, penyakit thalassaemia merupakan kondisi kelainan pada darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen yang kurang dari jumlah normal.

Ironisnya, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki jumlah cukup besar. Berdasarkan catatan Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI), frekuensi pembawa sifat thalassaemia di Tanah Air berkisar antara 6-10 persen yang berarti setiap 100 orang terdapat 6-10 orang pembawa sifat Thalassaemia.

Menurut praktisi kesehatan dr. Meiyati, ciri-ciri penderita thalassaemia tidak bisa dilihat secara kasat mata, sehingga untuk mengenalinya, butuh pemeriksaan secara medis, atau yang lebih dikenal dengan screening (tes darah deteksi pembawa thalassaemia).

“Penderita biasanya merasa dan terlihat baik-baik saja. Tapi pada jangka waktu panjang, beberapa organ dalam, seperti ginjal, liver, hingga jantung tidak akan berfungsi maksimal. Hingga saat ini, belum ada obat yang mutlak menyembuhkan pasien. Pencegahannya dengan screening dan edukasi,” ujarnya dalam acara Daihatsu Peduli Thalassaemia di kawasan Thamrin, Jakarta, pada Minggu (12/11).

Karena belum ditemukan obatnya, pasien thalassaemia bergantung pada transfusi darah dan obat-obatan seumur hidupnya. Oleh sebab itu, Ketua YTI Rinnie Amaluddin mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi untuk memutus mata rantai penyakit thalassaemia.

“Bila ingin memutus mata rantai penyakit Thalassaemia, harus ada edukasi. Contohnya, melakukan pemeriksaan darah sebelum menikah. Sebab bila ayah dan ibunya memiliki gen pembawa sifat Thalassaemia, maka kemungkinan anaknya untuk menjadi pembawa sifat Thalassaemia sebesar 50 persen, kemungkinan menjadi penderita Thalassaemia mayor 25 persen, dan kemungkinan menjadi anak normal yang bebas Thalassemia hanya 25 persen,” papar Rinnie.

Di sisi lain, kondisi tersebut juga disadari oleh Daihatsu Indonesia. Sejak 2011 lalu, anak perusahaan Astra International ini konsisten mengawal pergerakan YTI dalam memerangi penyakit thalassaemia dengan berbagai dukungan, seperti dengan mengadakan donor darah, donasi pompa suntik, pembangunan rumah singgah, hingga pemberian kendaraan operasional.

 


KOMENTAR
BERITA LAINNYA