Lebih Dekat dengan Indonesian Hot Rod Diecasters

Lebih Dekat dengan Indonesian Hot Rod Diecasters

Tivan Rahmat | 22 Oct 2017

JAKARTA, GANLOB.COM – Budaya kustom rupanya bukan hanya milik kendaraan bermotor saja. Komunitas yang tergabung dalam Indonesian Hot Rod Diecasters (IHRD) ini membuktikannya.

Berawal dari keinginan masa kecil yang berhasrat untuk memiliki diecast rakitan sendiri, Puga Armanda akhirnya menemukan teman-teman yang memiliki hobi yang sama untuk memodifikasi mainan tersebut.

“IHRD itu lahir dari ego kita sewaktu kecil, cuma baru tersampaikan ketika kita sudah dewasa. Karena waktu kecil, belinya susah,” papar founder Indonesian Hot Rod Diecasters itu saat ditemui Ganlob.com dalam ajang Jakarta Custom Culture 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (21/10/2017).

Sementara untuk genre kustomisasi, hot rod dipilih karena kesukaan para membernya.

“Kebanyakan pelakunya adalah dari custom culture yang suka diecast mobil hot rod gitu. Rata-rata dikustom karena bawaan pabrik, kurang memuaskan selera kita,” sahut pria berjenggot itu.

Berdiri sejak 13 Februari 2014, IHRD rupanya disambut antusias oleh para pencinta diecast di seluruh Indonesia. Hal ini terbukti dari jumlah member yang terdaftar di fanspage Facebook IHRD.

“Kalau member yang sering ngumpul 20-an karena fokusnya di Jabodetabek aja. Kalau yang di sosmed Facebook ada sekitar 1.200 seluruh Indonesia. Tapi kalau ada event-event custom fest kayak sekarang ini, kita lebih banyak ngumpulin member,” sambung Puga.

Berdasarkan data dari fanspage tersebut, diketahui bahwa demografi para anggotanya cukup mengejutkan, karena berada di rentang 15-50 tahun. Artinya, orang berusia lanjut pun masih menggemari diecast.

Indonesia-Hot-Rod-Diecasters-2

Untuk kegiatan komunitas, Puga memaparkan bahwa biasanya IHRD lebih fokus untuk hunting dan merakit diecast.

“Biasanya, paling hunting, rakit, sisanya ya kerja masing-masing. Kesulitan sih dari selera sendiri. Jadi, kadang kita harus sampai pakai e-bay untuk memesan komponen yang diperlukan buat mengkustom diecast kita. Jadi, lebih mahal. Kalau di e-bay ga dapet juga, ya kita paling pakai jasa lokal,” lanjutnya.

Uniknya, kesulitan dalam merakit diecast-lah yang menjadi kenikmatan para anggota IHRD karena bisa membangkitkan imajinasi mereka terhadap seni kustomisasi diecast.

Indonesia-Hot-Rod-Diecasters-4

“Serunya mengkustom diecast ada di imajinasinya, mengkhayal, ide-ide liar kita seputar diecast bisa tersalurkan. Jadi, kita angkat custom culture dalam skala kecil gitu. Paling sulit saat merakit detil sasis dan rangka, sama kalau mau diceperin susah banget,” tandasnya.


KOMENTAR
BERITA LAINNYA