Euro Retro Enthusiast, Berkembang Lewat Media Sosial

Euro Retro Enthusiast, Berkembang Lewat Media Sosial

Tivan Rahmat | 17 Jan 2016

JAKARTA, GANLOB.COM – Media sosial berpengaruh besar pada eksistensi sebuah kelompok. Hal itu pula yang dialami oleh Euro Retro Enthusiast.

Kepada Ganlob.com, kelompok pencinta modifikasi mobil klasik ini menceritakan awal mula terbentuknya Euro Retro Enthusiast.

“Awalnya dulu pas ada pameran yang digelar Parjo.com di Kemayoran, bulan Puasa tahun lalu. Di acara itu ada perwakilan dari Peugeot, BMW, Volvo, dan saya sendiri dari Mercedes-Benz,”ujar Indra Goin, salah satu founder Euro Retro Enthusiast, di kawasan Cipete, Jakarta Selatan (17/01).

“Karena masing-masing dari kita merasa agak bosan, kita bikin wadah baru tapi bukan klub, kita hanya enthusiast. Jadi pas di pameran tersebut kita banyak foto-foto mobil yang dipamerkan, lalu kami upload di media sosial instagram. Banyak respon lah di instagram, jadi dibentuklah Euro Retro Enthusiast,” sambung pria ramah ini.

Tanpa diduga, postingan para founder di instagram ditanggapi secara positif oleh netizen yang juga menyukai modifikasi mobil klasik.

“Sejak saat itu, banyak media yang ingin meliput kami, sehingga keberadaan kami makin terekspos. Jadi, semakin banyak pula pihak yang ingin bergabung dengan kami. Untuk persyaratannya belum spesifik. Yang jelas, anggota harus memiliki mobil yang umurnya lebih dari 20 tahun, harus dimodifikasi, atau mobil standar yang full restorasi dan klasik.

Karena bukan berbentuk klub, maka Euro Retro Enthusiast tak sepeser pun memungut uang iuran dari anggotanya.

“Bedanya kita nggak ada uang iuran karena kita having fun aja, kita hanya ingin modifikasi pada mobil kita terekpos ke luar. Kita lebih respek pada member yang hobi modifikasi. Kita juga tidak menutup pintu bagi orang yang telah memiliki klub,” imbuh Indra antusias.

Meski baru setahun berjalan, namun berbagai agenda yang diadakan oleh Euro Retro Enthusiast cukup mendapatkan antusiasme dari anggotanya.

“Karena bukan sebuah klub, jadi nggak ada struktur keorganisasian. Yang ada hanya koordinator di masing-masing wilayah. Kalau ada acara, rata-rata 30 mobil. Setiap bulan sekali kita ketemu, dan setiap pertemuan memiliki konsep yang berbeda, semua aktivitas kami kita share di media sosial. Kita lebih lari ke instagram sih,” tuturnya.

Indra pun menyebut bahwa media sosial, terutama akun instagram @eurotroenthusiast, berpengaruh besar pada perkembangan Euro Retro Enthusiast.

“Setiap aktivitas kita share di instagram dan facebook. Pokoknya kita berkembang lewat media sosial,” tandasnya.

 


KOMENTAR
BERITA LAINNYA