Soho Bistro, Bersantap Layaknya di Rumah Sendiri

Soho Bistro, Bersantap Layaknya di Rumah Sendiri

Percysido ||

JAKARTA, GANLOB – Secara fisik, Soho Bistro tidak terlalu besar. Bistro yang menempati ruang di lantai dua wisma BNI 46 itu terselip di antara perkantoran dan ruang usaha di gedung tersebut. Tetapi begitu masuk, interior rumah tropis dengan unsur kayu dan bambu menyambut Ganlobers. Ruang dalam dikuasai langit-langit tinggi, ornamen raw industrial menguatkan atmosfer urban yang ramah lingkungan.

Dengan kapasitas duduk sebanyak 80 bersiaplah menikmati suasana santap atau minum ringan layaknya di rumah sendiri. Ada dua pilihan tempat duduk, kursi dan sofa.
“Meski berlokasi di tengah perkantoran, bistro ini pun sangat asyik untuk Ganlobers jadikan tempat hang out bersama teman- teman,” kata executive chef Soho Bistro, Andreas Kindangen.

Bagaimana dengan santapannya? “Menggoda selera dan memanjakan lidah,” lanjut chef Andreas.

Bagi penyuka daging, cobalah Osso Bucco. Ini merupakan potongan daging kaki sapi berikut penampang melintang tulang di bagian tengahnya. Tak semua restoran bermenu bistro di Jakarta mampu menghadirkan Osso Bucco secara baik.

Di Soho Bistro, Osso Bucco dihidangkan dengan tomat yang direbus tanpa kulitnya. Rasa asam manis dan segar dari tomat tidak dimaksudkan untuk merendam cita rasanya, melainkan memperkayanya. Tak ketinggalan Chef Andreas yang memang mengambil spesialisasi masakan barat ini menyajikan pasta sebagai pelengkap sekaligus memperkuat aroma Italia.

Menu lain yang layak dicoba adalah Tuna Steak yang disajikan dengan daun bawang yang diiris tipis dan dimasak dengan sari tomat. Tuna steak yang ditawarkan Soho Bistro memang cukup spesial, selain ukurannya yang cukup besar, tuna yang digunakan juga fresh. Ditambah lagi bila telah dicampur dengan saus tomatnya. Sungguh perpaduan rasa yang pas.

Untuk Ganlobers yang bosan dengan menu barat, Soho Bistro juga punya Nasi Goreng Kampung. Penampilan boleh sederhana, tetapi resep Nasi Goreng Kampung yang satu ini harus Ganlobers coba.

Makanan pencuci mulut yang ditawarkan pun tak kalah menarik. Sebut saja Banoffee Pie, home-made pie yang terbuat dari pisang, kopi, coklat, caramel dan krim sebagai topping, yang lembut dan seakan meleleh di dalam mulut. Adapula Chocolate mousse yang diselimuti biscoff biskuit. Yummy!

Bila Ganlobers ingin datang untuk sekedar rapat bersama klien dan minum ringan, tersedia mocktail dan lassi sensation yang racikannya cukup unik. Creamy Sunset yang diracik dari stroberi, nanas, pisang, dan yogurt yang lembut di lidah. Adapula Tropical Treat yang dipadukan dari nanas, pisang, dan jambu.

Kisaran harga di bistro ini relatif terjangkau, mulai Rp 30.000 sampai Rp 200.000, tentu saja ini sepadan dengan jaminan penggunaan bahan baku terbaik dan berkualitas.

 

Foto: Ganlob.com / Bayu Prapanca

KOMENTAR